Selasa, 10 April 2012


Etika Mengakhiri Hubungan Cinta



Tidak selamanya sebuah hubungan cinta itu langgeng. Boleh saja di awal hubungan merasa cocok satu sama lain. Namun, ketika sudah dijalani beberapa waktu dan tabiat asli pasangan terungkap, rasa bosan atau kecewa mungkin memuncak.
Berpisah menjadi pilihan terakhir bagi pasangan yang sudah merasa tidak cocok. Daripada hubungan semakin tidak nyaman, berpisah mungkin menjadi jalan terbaik. Namun, Anda juga harus memperhatikan etika saat menyampaikan kabar buruk itu.
  • Ungkapkan alasan putus dengan jujur. Anda memiliki hubungan dengan cara yang baik. Begitu kalau putus, lakukan dengan cara aik pula. Sampaikan alasan sebenarnya Anda ingin putus dan hindari pertentangan.
  • Jangan minta putus lewat ponsel. Hadapi keputusan untuk meninggalkan kekasih Anda dengan bicara empat mata. Itu lebih sopan dibanding lewat SMS atau telepon.
  • Ambil keputusan berpisah saat hati sudah yakin. Jangan sampai setelah berpisah malah Anda menginginkan berhubungan lagi.
  • Sampaikan saat kondisi tepat. Pastikan situasi dan kondisi si dia baik-baik saja. Tunda dulu niat berpisah Anda jika dia sedang dalam keadaan berduka atau di waktu yang tidak tepat lainnya.
  • Minta putus kadang berbuntut risikoAda orang yang tidak mau diputus. Kalau sampai putus, dia mungkin melakukan tindakan di luar akal sehat. Misalnya bunuh diri atau malah melukai Anda. Oleh karena itu, sampaikan niat putus Anda dengan mempelajari kedewasaan si dia terlebih dulu dalam menerima kenyataan pahit.

Kamis, 09 Februari 2012

Cuci tangan sterill

        Cuci tangan merupakan salah satu tindakan dari seorang Perawat untuk menjaga kebersihan dan mengendalikan infeksi di rumah sakit. dengan mencuci tangan maka setiap prosedur tindakan di rumah sakit dapat di jalankan dengan aman, baik di bangsal keperawatan maupun ruang bedah. dan resiko dari infeksi akan di minimalkan.
            Berikut ini Penulis menguraikan beberapa langkah cuci tangan sterill yang biasa di jalankan di rumah sakit.dengan menjalankan langkah-langkah berikut ini perawat dapat mensterillkan tanganya dari mikroorganisme dan dapat menjalankan prosedur tindakan dengan aman.


MENCUCI TANGAN STERIL
NO
KEGIATAN
1.
Perhiasan dilepas termasuk arloji, lengan baju digulung sampai diatas siku
2.
Kran dibuka, tangan dibasahi sampai siku
3.
Tangan disabuni dan digosok dengan sabun kurang lebih 2 menit kemudian dibilas
4.
Tangan disabuni lagi dan disikat mulai dari jari-jari terutama kuku, sela-sela jari, punggung tangan dan telapak tangan
5.
Penyabunan dan penyikatan dilakukan pada kedua lengan sekurang-kurangnya enam kali
6.
Tangan dibilas mulai dari ujung jari sampai kesiku
7.
Tangan disabun, disikat dan dibilas lagi seperti tadi dan dilakukan berulang-ulang
8.
Sikat dikembalikan, tangan dibilas dan tetap diarahkan keatas
9.
Kran ditutup dengan siku
10.
Tangan dikeringkan dengan lap kering steril
11.
Satu bagian untuk satu tangan dan satu bagian lain untuk tangan yang satunya

Rabu, 08 Februari 2012

Alasan Perawat takut jadi Pengusaha ( nursepreneur)


Isu tentang Perawat pengusaha : (Nursepreneur) telah meluas ke seluruh penjuru dunia. Namun belum cukup banyak di Indonesia. Belum banyak perawat Indonesia yang terjun dalam dunia Nursepreneur. Hal ini bisa jadi karena konsep Nursepreneur belum begitu dikenal di Indonesia. Namun paling tidak, ada beberapa  Alasan dari Perawat Tidak (Berani) Menjadi Pengusaha (Nursepreneur),  yaitu  :

Alasan #1 – Tidak Yakin Dengan Dirinya
Perawat tidak (berani) menjadi pengusaha karena dirinya tidak yakin bisa menjadi pengusaha. Padahal keyakinan adalah pondasi utama untuk perawat bisa mencapai apapun. Tanpa keyakinan yang positif, perawat tidak akan bisa menjadi  perawat pengusaha.(Nursepreneur)
Solusi #1 – Miliki Keyakinan Yang Positif Bahwa Anda Bisa Menjadi Perawat Pengusaha (Nursepreneur)

Alasan #2 – Takut Menghadapi Kegagalan
Dunia usaha identik dengan pengambilan resiko. Perawat tidak (Berani) menjadi pengusaha karena bisa jadi takut gagal. Gagal memang membuat tidak nyaman, namun kita harus sadari bahwa kegagalan itu penting.
Solusi #2 – Berani Menghadapi Kegagalan

Alasan #3 – Tidak Tahu Usaha Apa Yang Ingin Dijalankan
Berbisnis apa ya? Mungkin pertanyaan ini yang menjadi pertanyaan banyak orang ketika mau mulai berbisnis. Banyak peluang bisnis disekitar perawat, yang kita perlukan hanya kepekaan untuk melihat dan menangkap peluang tersebut. Mendirikan Home Care Service, mendirikan Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Keperawatan, layanan daur ulang sampah medis, menjadi supplier Nursing Kit, dan masih banyak lagi peluang lainnya.
Solusi #3 – Latih Kepekaan Untuk Melihat Peluang Bisnis Disekitar Anda

Alasan # 4 – Tidak Mau Berpindah Dari Zona Nyaman
Resiko menjadi stresor yang cukup ditakuti oleh kebanyakan perawat. Mereka tidak mau kenyamanannya terganggu jika mereka menjadi perawat pengusaha. Padahal, salah satu kunci sukses adalah berani meninggalkan zona nyaman kita.
Solusi #4 – Siapkan Diri Untuk Keluar Dari Zona Nyaman

Alasan #5 – Trauma Karena Pernah Mengalami Kegagalan
Ada yang mengatakan kegagalan itu menyakitkan. Banyak perawat yang tidak berani menjadi pengusaha karena pernah mencoba, namun gagal. Tidak perlu berdebat, Thomas Alfa Edison harus gagal 9.999 untuk menemukan bola lampu, lalu mengapa anda harus menyerah ketika baru sekali mencoba.
Solusi #5 – Gagal Itu Penting Untuk Sukses!
Ke-5 alasan itu yang paling tidak ada dalam diri perawat, walaupun masih banyak faktor lain yang berpengaruh. Namun satu kalimat yang perlu perawat teriakkan bersama,

Di sadur dari :


Tips Persiapan kuliah di STIKES St Elisabeth Semarang

       

        Selamat bergabung buat teman-teman yang akan bergabung dengan STIKES St Eliabeth semarang, kali ini saya cuma share pengalaman buat teman yang memutuskan akan bergabung dengan STIKES St Elisabeth semarang buat kamu calon mahasiswa silakan di cermati :


  1. Pertama mungkin bagi Teman dari luar pulau jawa khususnya silakan memilih jalur Pendaptaran Test masuk mungkin dari jalur test di kampus SMA masing-masing atau datang langsung kekampus STIKES St Elisabeth : (di saranin buat teman yang skull nya sudah memiliki kerja sama dengan STIKES St Elisabeth Semarang mendaptar diri Lewat Skull biar menghemat biaya.
  2. Kedua jika teman-teman sekalian sudah diterima melalui test masuk teman-teman akan memasuki tahap test kesehatan Silakan datang ke Semarang minimal satu minggu sebelum Test Kesehatan. buat kamu calon Mahasiswa Pria segeralah mencari Kos karena persedian untuk kos pria yang terbatas.. kisaran tarif kos di dekat kampus berkisar antara Rp. 200.000 -400.000.
  3. Untuk kamu calon mahasiswa wanita untuk kos jangan khawatir karena tersedia banyak kos Putri di sekitar kampuz  Elisabeth dengan harga bervariasi dari Rp.150.000-400.000 ada juga 2 fasilitas asrama khusus Putri  untuk berkuliah Di STIKES St Elisabeth , asrama maria. untuk anak D3 keperawatan dan asrama Muria untuk anak S1 keperawatan.( info lebih lanjut selakan hubungi sekretariat St Elisabeth)
  4. Jangan Lupa Menyerahkan Fotocopy KTP untuk ketua RT setempat.dan Perhatikan Etika sopan santun pergaulan di sekitar lingkungan kampus
  5. Setelah Teman-Teman lulus Tes kesehatan dan menyelesaikan administrasi yang telah di tentukan mungkin teman-teman masih bisa kembali  berlibur di jawa tengah atau pulang dahulu ke rumah sambil menunggu masa PPS (pengenalan program study) kayak ospek begitulah.... jangan khawatir this just fun..
Penting: Buat teman yang jauh dari Orang Tua khusunya dari luar pula Jawa memiliki ATM untuk transfer biaya kuliah dan kebutuhanMu selama Masa perkuliahan.

          Pokoknya selamat bergabung dech buat teman-teman yang akan bergabung Berusahalah membuat orang Tua Mu bangga dan jangan mengecewakan mereka yang dengan susah payah membiayai  Kuliah Mu untuk masa depan mu.

Selasa, 07 Februari 2012

MY Forces always Together



  Berdiri     :Kazu,Tommie, Andre sius,Somplak,Aditya
 Jongkok  :Uvi.Cheano,Ivan,Kudun asy